Untuk Senja
Semesta, dengarkan aku sebentar.
Aku terjebak dalam senja,
bukan hanya karena warnanya yang menenangkan,
tapi karena ia mengingatkanku pada dia.
Dia, semesta.
Seperti senja, ada pesona di setiap kehadirannya.
Cara ia bicara, cara ia tersenyum,
menghentikan waktu di sekitarnya,
membuatku lupa caranya berpaling.
Aku ingin bilang padanya,
bahwa aku melihat keindahan dunia lewat dirinya,
tapi, semesta, kenapa selalu ada ragu?
Kenapa aku hanya bisa memandangi dari jauh,
seperti menikmati senja yang akhirnya lenyap?
Aku takut, semesta.
Takut keindahan ini hanya sementara,
seperti senja yang selalu pergi,
meninggalkan malam tanpa kepastian.
Tolong, semesta,
bisikkan sesuatu padanya,
buat dia tahu,
bahwa aku di sini,
menanti, seperti bumi menanti fajar,
agar ia tahu, aku pun indah saat bersamanya.
Komentar
Posting Komentar