Semesta dan Bintang

Di ujung senja yang perlahan tenggelam,  
Langit membentang, biru temaram,  
Semesta terbuka dalam hening malam,  
Satu per satu, bintang datang bertandang.

Engkau hadir, dalam sunyi malam panjang,  
Menyusup perlahan ke dalam relung hati,  
Walau jauh, sinarmu menyeberangi jarak,  
Menyusuri gelap, tak pernah pergi.

Di antara kerlip, cerita pun terurai,  
Kisah tentang rindu yang berpendar redup,  
Seperti bintang yang tak pernah sirna,  
Menemani malam hingga pagi menjemput.

Kita bicara tanpa suara, hanya rasa,  
Tertaut erat dalam sepi yang berbisik lembut,  
Sebuah cerita abadi, tanpa kata-kata,  
Antara aku, kau, dan semesta yang tak pernah larut.

Komentar

Postingan Populer