Hujan Mampir Lagi

Hujan mampir lagi, mengetuk jendela pagi,  
membawa dingin yang menyelip di sela mimpi,  
aroma tanah basah menghidupkan memori,  
tentang langkah-langkah kecil di jalan yang sunyi.  

Rintiknya pelan, seperti bisikan,  
menyapa hati yang sibuk dengan beban,  
mengundang jeda di tengah kejaran,  
seolah berkata, "Berhentilah, nikmati perlahan."  

Hujan mampir lagi, tanpa janji,  
mengingatkan tentang pertemuan yang pernah berarti,  
di mana kita berdua, hanya berbagi,  
tanpa tahu waktu bisa pergi secepat ini.  

Basahnya tanah menyimpan rahasia,  
tentang luka yang sembuh tanpa suara,  
hujan pun tahu, kadang rasa tak butuh kata,  
hanya perlu hadir, untuk jadi cerita.  

Hujan mampir lagi, di balik tirai pagi,  
seolah membawa pesan yang tak pernah basi,  
bahwa setelah badai, pelangi menanti,  
dan di setiap rintik, ada harap yang abadi.

Komentar

Postingan Populer