Tentang 24 Januari Lalu
Di reruntuhan harapan yang terhampar,
Kegagalan menghiasi lembaran waktu.
Sejumput debu di antara langkah terjatuh,
Menyisakan jejak kekalahan yang tak terduga.
Hari ini, mimpi terjatuh di tepi jurang,
Seperti petir yang merobek awan biru.
Langit menangis dalam rintihan hujan,
Menyaksikan kegagalan yang menghampiri.
Namun dalam kekalahan terdapat pelajaran,
Sebuah kisah tentang ketabahan dan tekad.
Biarlah detik ini menjadi bekal,
Membangun kembali cita-cita yang tergadai.
Kegagalan hari ini tak ubahnya senja,
Yang menyusuri langit dengan warna merah.
Meski tenggelam, namun esok menyimpan harapan,
Memberi kesempatan baru untuk berdiri.
Dalam setiap langkah terjerat kegagalan,
Ada kesempatan merajut mimpi ulang.
Biarlah luka ini menjadi teman perjalanan,
Menuju pelangi di ujung keberhasilan.
Janganlah lelah, oh jiwa yang rapuh,
Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya.
Seperti embun pagi yang mengelap embun malam,
Esok adalah lembaran baru untuk berusaha.
Meski hari ini pahit rasanya,
Biarkan kegagalan menjadi guru setia.
Bangun dari puing-puing kegagalan,
Menuju cahaya yang memancar di masa depan.
Komentar
Posting Komentar