Resah
Di peradaban yang terbentang luas,
Resah menyelinap di setiap sudut gelap,
Menggiring langkah dalam keraguan yang tiada henti,
Menyusup di benak, menggerus hati yang rapuh.
Masa depan, sebuah khayalan yang menggoda,
Menyulut harapan, namun juga ketakutan,
Seperti kilatan petir di malam yang gelap,
Menakutkan, namun juga memikat hati yang lemah.
Dalam riuh rendah dunia yang terus berputar,
Tak henti kita berusaha mencari jawaban,
Namun, entah di mana letak kebenaran itu,
Di tengah belantara keraguan dan ketidakpastian.
Mimpi-mimpi mengambang di alam bawah sadar,
Merayap di malam-malam yang sunyi,
Menjelma menjadi bayangan-bayangan tak pasti,
Yang menghantui dan menyelimuti jiwa yang resah.
Namun, dalam setiap gemuruh dan kegelisahan,
Tetaplah ada sinar kecil yang mengisyaratkan,
Bahwa di balik awan kelam, ada cahaya yang menanti,
Menyongsong masa depan dengan penuh harapan.
Kita mungkin terjatuh dalam kegelapan,
Namun, masih ada kesempatan untuk bangkit kembali,
Menapaki jalan yang penuh liku dan rintangan,
Menuju cita-cita yang tersemat di relung hati.
Jadi, biarkanlah resah itu menjadi sahabat,
Yang mengajarkan kita arti perjuangan dan keikhlasan,
Dan pada akhirnya, kita akan menyadari,
Bahwa setiap langkah membawa kita mendekati kebenaran.
8 Maret 2024
Komentar
Posting Komentar